Penyebab Utama Uang Cepat Habis dan Cara Mengatasinya

Magersena – Terkadang, ketika kita mendapatkan tambahan penghasilan pada saat yang sama pengeluaran kita juga ikut naik. Kondisi ini menyebabkan berapapun banyaknya penghasilan kita akan selalu habis.

Sebenarnya apa hal yang menyebabkan kondisi tersebut terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. Ada tiga kemungkinan kenapa penghasilan Anda naik tapi pengeluaran juga ikut naik.

Jika anda mengalami salah satu dari tiga hal tersebut dapat dipastikan berapapun tambahan penghasilan yang Anda punya pengeluaran Anda juga ikut naik.

1. Tidak mempunyai prioritas

Penyebab pertama adalah Anda tidak memiliki prioritas dalam mengelola pengeluaran keuangan. Anda tidak dapat membedakan pengeluaran penting dan pengeluaran tidak penting, pengeluaran yang harus dilakukan hari ini dan pengeluaran yang dilakukan besok.

Ketidakmampuan menentukan prioritas membuat Anda sulit mengontrol pengeluaran keuangan.

2. Rat race cycles

Faktor kedua yang menyebabkan terjadinya kenaikan pengeluaran ketika penghasilan Anda naik adalah rat race cycles, konsep ini diperkenalkan pertama kali oleh Robert T Kiyosaki.

Menurut Robert, kenaikan pengeluaran ketika kita mendapatkan tambahan penghasilan terjadi pada golongan miskin dan golongan menengah.

Alasan Terbesar Kenapa manusia bekerja adalah rasa takut, takut tidak punya uang maka mereka terpaksa harus bekerja, setelah bekerja mereka pun memiliki penghasilan dan setelah punya penghasilan ketamakan mulai datang.

Ketamakan inilah yang membuat manusia sangat mudah terpengaruh oleh iklan dan perilaku hidup orang lain. Mereka punya rasa iri yang tinggi sehingga uang yang mereka dapatkan dari hasil pekerjaan dihabiskan untuk belanja karena faktor ketamakan.

Baca juga : apa itu sukses dan bagaimana cara menjadi orang sukses

Saat uang telah habis digunakan untuk belanja, rasa takut mulai datang. Mereka takut tidak punya uang dan akhirnya harus bekerja kembali dan begitu seterusnya.

Siklus ini akan terus terjadi karena dari rasa takut tidak punya uang yang membuat mereka terpaksa bekerja dan setelah bekerja akan muncul sebuah keserakahan.

Keserakahan inilah yang mendorong aktivitas belanja dan konsumsi, setelah belanja uang habis, mereka mengalami rasa takut lagi.

Akhirnya saat mendapatkan tambahan penghasilan, keserakahan mereka meningkat dan keinginan belanja juga ikut meningkat.

 3. Red rest activity

Semua orang mengorbankan waktu dan pikiran untuk bekerja, waktu dan pikiran yang digunakan untuk bekerja itu akan ditukarkan kompensasi berupa uang.

Saat bekerja dengan mengorbankan waktu dan pikiran, mereka pun mengalami kelelahan dan dalam kondisi inilah orang membutuhkan istirahat.

Dalam kondisi lelah ini, mereka berfikir saat ini adalah kondisi yang sangat pantas dan tepat untuk menikmati hasil jerih payah. Uang yang didapatkan sebagai kompensasi dari pekerjaan ingin mereka nikmati sambil beristirahat.

 Untuk melepas kelelahan, mereka melakukan aktivitas yang menyenangkan, mulai dari nonton film di bioskop, makan di restoran, nongkrong, traveling dan berbagai aktivitas yang lainnya.

Aktivitas menyenangkan diri sendiri dengan menggunakan uang yang dihasilkan dari pekerjaan itulah yang disebut dengan konsep red rest activity.

Jika red rest ini terus dilakukan tanpa memperhitungkan aspek keuangan, maka dapat dipastikan berapapun tambahan penghasilan akan habis hanya untuk berfoya-foya dan bersenang-senang.

Cara mengatasi uang cepat habis

Ada hal sederhana yang bisa dilakukan untuk mengontrol pengeluaran, kita harus benar-benar memahami pengeluaran tersebut, apakah pengeluaran penting atau tidak penting, harus segera atau dapat ditunda.

Untuk membantu mempermudah hal tersebut, Anda bisa menggunakan sebuah matrik yang bernama Money Management Matrix. Konsep ini diadaptasi dari konsep Time Management Matrix yang dikenalkan oleh Stephen Covey dalam bukunya the Seven habits.

Pada money management Matrix, ada 4 kuadran yang harus dipenuhi :

  1. Pengeluaran penting dan mendesak
  2. Pengeluaran penting tapi tidak mendesak
  3. Pengeluaran mendesak tapi tidak penting
  4. Pengeluaran yang tidak mendesak dan tidak penting

Pengeluaran penting dan mendesak adalah pengeluaran yang wajib Anda dahulukan, pengeluaran ini terkait dengan kelangsungan hidup kita.

Baca juga : perbedaan mindset kaya dan miskin tentang hutang dan aset

Jika pengeluaran ini dilakukan maka kehidupan Anda akan sangat terganggu. Contoh pengeluaran penting dan mendesak adalah air, listrik, telepon, cicilan rumah, dan kebutuhan pokok sehari-hari.

Contoh pengeluaran yang penting namun tidak mendesak adalah membeli buku, membeli baju dan barang lainnya yang bersifat tidak mendesak.

Contoh pengeluaran mendesak tapi tidak penting adalah pengeluaran yang yang dilakukan saat pergi ke resepsi pernikahan teman dan kegiatan sejenis lainnya.

Contoh pengeluaran yang tidak penting dan tidak mendesak adalah pengeluaran untuk nongkrong, ngopi bareng temen, traveling dan lain sebagainya. Ini adalah jenis pengeluaran yang harus kita hindari.

Dengan memahami jenis pengeluaran, kita bisa fokus mengendalikan pengeluaran. Sebelum melakukan pengeluaran uang, harus pertanyakan terlebih dahulu pengeluaran uang ini ada di bagian mana.

Apakah termasuk di kuadran 1, kuadran 2, kuadran 3 atau kuadran 4. Jika pengeluaran itu penting dan mendesak, maka harus dilakukan. Jika pengeluaran uang tidak penting dan tidak mendesak, maka lebih baik jangan dilakukan.

Dengan memahami jenis pengeluaran, Apakah terdapat dalam kategori penting atau tidak penting, mendesak atau tidak maka akan lebih mudah mengontrol pengeluaran sehari-hari.

Penutup

Sekian penjelasan singkat tentang penyebab uang cepat habis dan cara mengatasi uang cepat habis. Sekarang lihat kondisi keuangan Anda, apakah selama ini Anda mengeluarkan uang untuk hal penting atau tidak penting.

Leave a Comment