Published On: Thu, Jun 27th, 2013

Lifting Minyak Anjlok, Presiden Diminta Ungkapkan Di Nota Keuangan 2014

Jakarta, Suara Asia.- Komisi VII DPR RI bersama Menteri ESDM Jero wacik pada Rabu (26/6/2012) telah mencapai kesepakatan lifting minyak pada range 860.000-900.000 Barrel Oil Per Day (BOPD) dari target 1,01 juta BOPD di 2014 seperti diamanatkan dalam Inpres No.2 tahun 2012.

Presiden diminta menerbitkan Perpres baru pengganti Perpres No.2 Tahun 2012. Target yang ingin dicapai oleh Perpres dimaksud dikhawatirkan tidak akan tercapai kata anggota Komisi VII DPR RI, Muhammad Idris Lutfi kepada Media ini disela-sela rapat Komisi VII DPR RI dengan Menteri ESDM, Jero Wacik, Rabu malam (26/6/2013) di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta.

Secara politis kata anggota Majelis Syuro PKS itu, Presiden diharapkan mengungkapkan di Nota Keuangan penyebab Inpres tersebut meleset dari target. Instruksi Presiden dengan usulan yang dibuat Presiden tidak singkron, hal tersebut yang mendorong Presiden SBY harus menjelaskan dalam Nota Keuangan.

Namun jika Presiden SBY tidak memberi keterangan dalam Nota Keuangan kata Idris Lutfi, dikhawatirkan akan merendahkan martabat Presiden dimata publik karena para Pembantu Presiden/ Menteri tidak dapat melaksanakan implementasi di lapangan yang akan menimbulkan penilaian tidak cakap terhadap Presiden.

Media ini mengutip, Instruksi Presiden Republik Indonesai No. 2 Tahun 2012 Tentang Peningkatan Produksi Minyak Bumi Nasional meberi amanat, Dalam rangka pencapaian produksi minyak bumi nasional paling sedikit rata-rata 1,01 juta barrel per hari pada Tahun 2014 untuk mendukung peningkatan ketahanan energi, Presiden SBY menginstruksikan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian; Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral; Menteri Pekerjaan Umum; Menteri Keuangan; Menteri Dalam Negeri; Menteri Perhubungan; Menteri Pertanian; Menteri Kehutanan; Menteri Lingkungan Hidup; Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia; Menteri Badan Usaha Milik Negara; Kepala Badan Pertanahan Nasional; Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi; Para Gubernur; Para Bupati/Walikota.

Instruksi tersebut berisi mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terkoordinasi dan terintegrasi sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk mencapai produksi minyak bumi nasional paling sedikit rata-rata 1,01 juta barrel per hari pada Tahun 2014. Melakukan koordinasi dan percepatan penyelesaian permasalahan yang menghambat upaya peningkatan,optimalisasi, dan percepatan produksi minyak bumi nasional.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral melakukan inventarisasi dan pengkajian peraturanperundang-undangan yang menghambat upaya peningkatan produksi minyak bumi nasional sertamengusulkan perubahan peraturan perundang undangan tersebut. Mendorong optimalisasi produksi pada lapangan eksisting maupun percepatan penemuan cadangan baru melalui penyempurnaan kebijakan kontrak kerja sama dan kebijakan terkait lainnya.

Menyelesaikan permohonan Rencana Pengembangan (Plan of Development) I paling lama 90 (sembilan puluh) hari kalender sejak diterimanya usulan lengkap dari Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi.

Dalam ruang rapat Komisi VII DPR RI, Idris Lutfi menegaskan kepada Jero Wacik bahwa target 1,01 juta KL untuk lifting minyak dinilai sangat berat. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengharapkan kepada Pemerintah untuk melakukan peningkatan ke arah 1 juta KL. Kapasitas lifting minyak Indonesai disumbang oleh SKK migas, Kementerian ESDM/Dirjen Migas dianggap tidak memiliki hasil untuk menemukan Wilayah Kerja (WK) baru untuk dieksplorasi.

“Apalagi kemarin ada beberapa perusahaan yang telah mengeluarkan duit ribuan dolar namun tidak menemukan cadangan, ini image buruk bagi investasi kita. Kalaupun ditawarkan lagi mungkin enggak laku pak,” ujar Idris Lutfi.

Dia mengajukan usulan, sesuai dengan UU Keuangan Negara, institusi penghasil PNBP punya hak untuk menggunakan kembali. Kalau PNBP Migas dipergunakan untuk meyiapkan WK akan lebih baik lagi dan akan dapat menuju ke angka 1 juta KL. “Bapak harus bikin kebijakan yang kongkrit untuk bisa sampai kesana,” pintanya. (Zainuddin)

About the Author

admin

-

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

*

Arsip Berita

Kategori